Desa Balongbesuk merupakan salah satu desa yang berada di wilayah administratif Jombang, tepatnya di wilayah Kecamatan Diwek. Secara historis, desa ini memiliki perjalanan panjang yang tidak dapat dipisahkan dari keberadaan dua wilayah utama yang kini menjadi bagian dari desa, yaitu Dusun Balongbesuk dan Dusun Mojosongo.
Nama Balongbesuk sendiri diyakini berasal dari kawasan yang pada masa lampau dikenal dengan nama Balongbiru. Dalam berbagai cerita tutur masyarakat, Balongbiru merupakan daerah yang memiliki sumber mata air jernih dengan warna air yang tampak kebiruan. Keberadaan sumber air tersebut menjadi penanda penting bagi masyarakat pada masa awal pembukaan wilayah. Tradisi lisan masyarakat menyebutkan bahwa kawasan ini telah dikenal sejak masa akhir Kerajaan Majapahit dan berkembang menjadi permukiman penduduk secara bertahap.
Seiring berjalannya waktu, perkembangan jumlah penduduk serta semakin luasnya wilayah permukiman menyebabkan terbentuknya dua pusat kehidupan masyarakat, yakni Dusun Balongbesuk dan Dusun Mojosongo. Kedua dusun tersebut kemudian menjadi bagian yang tidak terpisahkan dalam penyelenggaraan pemerintahan desa hingga saat ini. Secara administratif, Desa Balongbesuk saat ini memang terdiri atas dua dusun tersebut.
Dusun Balongbesuk (Dahulu Balongbiru)
Dusun Balongbesuk merupakan wilayah tertua sekaligus cikal bakal berdirinya Desa Balongbesuk. Dahulu, wilayah ini lebih dikenal dengan nama Balongbiru, yang merujuk pada keberadaan sebuah kolam atau sumber air yang sangat jernih hingga tampak berwarna biru. Nama tersebut kemudian melekat dan dikenal luas oleh masyarakat sekitar. Dalam perkembangannya, penyebutan Balongbiru lambat laun berubah menjadi Balongbesuk yang kemudian digunakan sebagai nama resmi desa.
Sebagai pusat awal permukiman, Dusun Balongbesuk berkembang menjadi pusat pemerintahan desa, kegiatan sosial kemasyarakatan, serta pusat pelayanan publik bagi warga.
Dusun Mojosongo
Selain Dusun Balongbesuk, wilayah lain yang turut membentuk Desa Balongbesuk adalah Dusun Mojosongo. Dusun ini telah lama menjadi kawasan permukiman masyarakat agraris yang sebagian besar menggantungkan kehidupan pada sektor pertanian dan perdagangan. Nama Mojosongo sendiri diyakini berasal dari perpaduan kata "Mojo" yang identik dengan pohon maja dan "Songo" yang berarti sembilan, meskipun asal-usul penamaan tersebut berkembang berdasarkan tradisi lisan masyarakat setempat.
Dalam perkembangan sosial ekonomi masyarakat, Dusun Mojosongo dikenal sebagai salah satu sentra kuliner tradisional, khususnya kuliner sego kikil yang telah menjadi identitas masyarakat setempat dan turut mendukung perekonomian desa.
Penutup
Hingga saat ini, Desa Balongbesuk terus berkembang sebagai desa yang maju dengan tetap menjaga nilai-nilai sejarah dan budaya yang diwariskan oleh para leluhur. Keberadaan dua dusun, yaitu Dusun Balongbesuk yang dahulu dikenal sebagai Balongbiru dan Dusun Mojosongo, menjadi bukti bahwa perjalanan sejarah desa dibangun melalui kebersamaan masyarakat dalam menjaga persatuan, gotong royong, serta melestarikan warisan budaya yang ada.
Sejarah tersebut menjadi identitas sekaligus kebanggaan bagi seluruh masyarakat Desa Balongbesuk dalam melanjutkan pembangunan desa menuju masa depan yang lebih baik.
Sumber Bacaan Lain :
Baca juga Sejarah "Balongbiru" Karya Ifa Yuliana
Baca juga Sejarah "Mojosongo" Karya Hari Prasetia