Pada Rabu, 11 Februari 2026, telah dilaksanakan kegiatan fogging (pengasapan) sebagai bagian dari upaya pemberantasan nyamuk penyebab Demam Berdarah Dengue (DBD) di wilayah Desa Balongbesuk. Kegiatan ini dilakukan sebagai langkah responsif dalam menekan populasi nyamuk Aedes aegypti, yang dikenal sebagai vektor utama penularan virus dengue.
Latar Belakang Kegiatan
Demam Berdarah Dengue merupakan penyakit infeksi virus yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti. Penyakit ini umumnya meningkat pada musim penghujan karena banyaknya genangan air yang menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk.
Fogging dilakukan sebagai tindakan pengendalian cepat (quick response) untuk membunuh nyamuk dewasa, terutama di area yang teridentifikasi terdapat kasus DBD atau berpotensi terjadi penularan.
Pelaksanaan Fogging
Kegiatan dimulai pada pagi hari dan dilaksanakan secara menyeluruh di lingkungan permukiman warga Desa Balongbesuk. Petugas menyisir gang-gang kecil, pekarangan rumah, hingga area yang berpotensi menjadi tempat persembunyian nyamuk.
Sebelum pelaksanaan, warga telah diberi pemberitahuan agar:
Membuka pintu dan jendela rumah saat fogging berlangsung.
Menutup atau mengamankan makanan dan peralatan makan.
Mengosongkan atau menutup tempat penampungan air.
Menjauhkan hewan peliharaan sementara waktu.
Pentingnya Peran Masyarakat
Perlu dipahami bahwa fogging hanya efektif membunuh nyamuk dewasa dan tidak membasmi jentik atau telur nyamuk. Oleh karena itu, keberhasilan pemberantasan DBD sangat bergantung pada partisipasi aktif masyarakat dalam melakukan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) melalui gerakan 3M Plus:
Menguras tempat penampungan air secara rutin.
Menutup rapat tempat penyimpanan air.
Mengubur atau mendaur ulang barang bekas yang berpotensi menampung air.
Plus menggunakan obat anti-nyamuk, memasang kawat kasa, serta memelihara kebersihan lingkungan.
Harapan dan Tindak Lanjut
Dengan dilaksanakannya fogging pada 11 Februari 2026 ini, diharapkan dapat menekan risiko penyebaran DBD di Desa Balongbesuk. Namun, pengendalian jangka panjang tetap memerlukan kedisiplinan masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan dan mencegah terbentuknya genangan air.
Kegiatan ini menjadi bentuk sinergi antara petugas kesehatan dan warga dalam menciptakan lingkungan yang sehat dan bebas dari ancaman Demam Berdarah.